Loading...

PELEPASAN MAHASISWA PMM 2 INBOUND UNIVERSITAS PAMULANG

Teknik Magang Penyiaran

Penulis: Nazwa Editor: Dewo

PELEPASAN MAHASISWA PMM 2 INBOUND UNIVERSITAS PAMULANG

Para mahasiswa luar yang sedang berfoto bersama untuk mengabadikan momen terakhir mereka di Universitas Pamulang (6/1/2023)

Tangerang Selatan – Kampus merdeka ialah kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek untuk mendekatkan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri, dengan memberikan hak untuk mahasiswa mengambil mata kuliah di luar program studinya selama 1 semester dan berkegiatan di luar perguruan tinggi selama 2 semester. Banyak sekali universitas yang menerapkan kampus merdeka, salah satunya yaitu Universitas Pamulang.

Pada Jumat, 06 Januari 2023 lalu, Universitas Pamulang baru saja mengadakan pelepasan mahasiswa inbound program pertukaran mahasiswa merdeka. Acara tersebut merupakan acara pelepasan bagi mahasiswa luar yang sedang mengikuti pertukaran pelajar di Universitas Pamulang ini untuk kembali ke universitas asalnya.

Acara pelepasan mahasiswa program pertukaran mahasiswa merdeka ini berlangsung dengan meriah, banyak sekali pertunjukan kebudayaan nusantara yang memanjakan mata namun juga dapat menambah pengetahuan kita terhadap budaya-budaya yang ada di Indonesia.Ternyata, meskipun acara berjalan dengan sukses, mereka tidak memiliki banyak waktu untuk mempelajari tarian yang akan ditampilkan. Meskipun begitu, para mahasiswa tetap berhasil membawakan penampilan dengan baik.

Mayoritas dari mahasiswa yang hadir mengatakan bahwa kesulitan mereka selama menjadi mahasiswa pertukaran pelajar ini ialah saat harus bersosialisasi dan beradaptasi dengan budaya serta lingkungan yang baru.

“Kesulitannya ya itu tadi bergabung dan berbagi kamar dengan orang lain, bergabung dengan orang-orang yang mungkin moodnya beda-beda,” Ujar Afrinia (6/1/2023)

Namun, ada juga mahasiswa yang merasa kesulitan dengan dana dan juga kendaraan, karena dana yang diberikan oleh pemerintah tidak tentu membuat mereka harus meminta uang terlebih dahulu kepada orang tua.

“Mungkin kesulitan untuk masalah dana, kemungkinan kalau misalnya dana dari pemerintah itu ga selalu tepat waktu pasti ada kesulitan dana pencairannya, jadi kita perlu duit dari orang tua dulu untuk persiapannya,” Ujar Irma

Meskipun banyak kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa pertukaran pelajar. Mereka juga merasa senang dapat mengikuti program pertukaran pelajar ini, sebab mereka jadi dapat bertemu dengan banyak teman dari luar pulau belajar banyak hal dari teman-teman baru seperti halnya bahasa, budaya, juga sudut pandang mereka dalam menyelesaikan masalah.

“Saya bersyukur karena program ini mengajarkan saya bagaimana mengenal budaya selain budaya saya, selain itu saya juga bisa bertemu teman-teman baru yang dimana pasti memiliki sudut pandang yang berbeda sehingga baik itu menyelesaikan masalah atau lainnya saya bisa belajar dari sudut pandang mereka juga,” Ujar Fajar

Menurut saya program pertukaran pelajar ini sangat baik karena kita dapat melestarikan budaya- budaya daerah kepada penerus bangsa. Seperti mereka yang merasa senang belajar budaya Badui di Banten dan menceritakannya kepada teman di kampung halamannya, sehingga hal ini dapat lebih memperkenalkan serta melestarikan budaya-budaya yang ada di Indonesia. Semoga program ini dapat terus dijalankan, agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang belajar budaya baru khususnya budaya-budaya yang ada di Tangerang Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cookies help us deliver our services. By using our services, you agree to our use of cookies. More Information